Slide Title 1

Aenean quis facilisis massa. Cras justo odio, scelerisque nec dignissim quis, cursus a odio. Duis ut dui vel purus aliquet tristique.

Slide Title 2

Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.

Slide Title 3

In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Senin, 20 Mei 2013

Kandungan Meteor Sama Seperti Logam dan Batuan di Bumi

Kandungan Meteor Sama Seperti Logam dan Batuan di Bumi

TEMPO Interaktif, Bandung - Material meteor tak lebih istimewa dibanding batuan atau logam di bumi. Perbedaannya hanya pada struktur pembentuk meteor.

Menurut peneliti senior astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin, meteor terdiri dari tiga jenis. Berdasarkan kandungannya, ada yang mengandung logam, berupa batuan saja, dan campuran keduanya.

Logam dalam meteor sama seperti besi dan nikel. Adapun batuan terdiri dari jenis karbon dan silikat. “Secara ilmiah umumnya sama seperti di bumi,” kata dia, Selasa (4/5).

Soal orang-orang yang sengaja mencari meteor untuk diambil materialnya, dia menduga itu hanyalah soal kepercayaan. Kebanyakan, kata Djamaluddin, meteor yang jatuh berupa batuan saja.



Meteorid bergerak cepat sekali karena adanya gaya grafitasi matahari. Matahari menarik meteorid dari jauh, makin lama makin cepat. Ketika sudah dekat matahari, meteorid segera di belokkan dan bergerak menjauhi matahari. Ketika Meteorid ini bergerak melewati Bumi , gaya grafitasi Bumi menarik meteorid dan masuk ke atmosfir bumi. Meteorid bertumbukan dengan partikel udara di atmosfir menyebabkan meteorid ini berpijar menjadi meteor.
Meteor yang jatuh ke Bumi bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan rata-ratanya sekitar 10 – 70 kilometer per detik. Cepat sekali, kan? Bandingkan dengan kecepatan kereta api super cepat Shinkansen yang hanya 83,3 meter per detik atau 300 kilometer per jam. Meteor paling lama berpijar di langit sekitar 3 detik. Planet-planet terlalu jauh letaknya dari Bumi jadi tidak jatuh ke Bumi. Begitu Juga dengan asteroid, meski sangat kecil tetapi misebagian besar letaknya lebih jauh dari planet Mars. Itulah mengapa asteroid dan planet tidak jatuh ke Bumi.
Masuk ke Atmosfer Bumi
Tumbukan benda luar angkasa (meteor, asteroid, komet) ke Bumi jelas  di awali dengan masuknya benda tersebut ke atmosfer atas. Saat masuk, kecepatannya berada antara 11 hingga 72 kilometer per detik. Sudut masuknya juga beragam. Mulai dari samping (menyenggol) atau tegak lurus (menusuk) Bumi.  Yang paling mungkin adalah sudut tumbuk 45 derajat.
Tercelupnya meteor ke dalam atmosfer akan memperlambat gerakannya. Benda yang kecil akan sepenuhnya hancur karena gesekan dengan atmosfer sehingga tidak dapat menginjak tanah. Benda yang cukup besar akan mampu menerobos hingga menghantam permukaan Bumi dan menghasilkan kawah besar disertai beberapa proses yang mempengaruhi lingkungan lokal, regional bahkan global.
Pengaruh lingkungan yang dihasilkan tumbukan terkait erat dengan Energi dari meteor tersebut. Dan kita telah belajar di SMP kalau Energi ini tentulah energi kinetik dan karenanya tergantung pada kecepatan dan massa dari meteor tersebut. Bila meteor tersebut bulat, maka massa tergantung pada kepadatannya dan ukuran diameternya. Semakin cepat dan semakin besar meteor tersebut akibatnya energinya semakin tinggi dan dampaknya semakin parah. Untungnya semakin besar energi yang dimiliki meteor, semakin langka ia menabrak Bumi.
Dalam separuh perjalanannya dalam atmosfer, meteor mendapatkan geseran (drag) atmosfer yang bisa menghabisi seluruh meteor bila ukurannya kecil. Kecepatannya melambat seiring bertambah padatnya atmosfer. Tekanan stagnasi di ujung depan (wajah) meteor akan meningkat dan berusaha mengkompres meteor dari depan. Sementara itu tekanan di bagian ekor justru tidak ada sama sekali. Pada gilirannya, tekanan ini melebihi kekuatan dari meteor dan meteor mulai pecah. Bila diperhatikan baik-baik, kita mungkin melihat meteor waktu malam meletup beberapa kali dalam trayeknya. Letupan ini merupakan tahapan pelepasan satu demi satu tubuh meteor mulai dari yang paling lemah. Bagian meteor yang paling kuat dan berhasil jatuh ke tanah (meteorit) terlihat 10 kali lebih lemah daripada saat ia pecah. Saat ini masih misteri mengapa kekuatan ini tidak sama.
Jadi pada awalnya hanya ada satu meteor besar di luar atmosfer Bumi. Begitu masuk ke Atmosfer, ia berubah menjadi rombongan jemaah meteor kecil. Yang paling lemah di belakang, yang paling kuat di depan. Semakin dekat ke permukaan mereka semakin ramai. Walau begitu ukuran mereka secara total masih kurang dari ukuran awalnya, karena sebagian materi habis dan energinya juga terlepas di udara. Ada dua jenis gerombolan meteor ini, satu yang anggotanya terpencar seperti terompet bunga kembang sepatu. Tipe kedua adalah gerombolan yang terfokus ke satu titik seperti alas kerucut.
Mendekati bumi, meteor terbesar dalam rombongan ini akan mengirimkan gelombang kejutnya ke permukaan tanah. Gelombang ini adalah daerah di depan meteor dimana terjadi dekompresi antara meteor dan atmosfer. Gelombang kejut ini berlapis. Bagian terdepannya akan menghantam permukaan bumi dan dipantulkan kembali. Akibatnya, gelombang pantul ini bertemu dengan gelombang lapis kedua yang menyongsongnya. Terjadilah suara letupan yang sangat nyaring.
Menyentuh Permukaan
Kawah
Bila meteor berhasil tiba di permukaan Bumi, maka meteor tersebut akan membentuk kawah. Besarnya (diameter dan kedalaman) kawah tergantung pada kepadatan permukaan yang dihantamnya. Kawah yang dibentuk oleh meteor di batuan lebih kecil dari kawah yang dibentuk meteor yang sama jika ia jatuh di air. Tentu saja kawah yang terbentuk di air akan segera lenyap sambil mengirimkan energinya dalam bentuk gelombang air ke segala arah.
Kawah meteor dengan kawah gunung berapi beda. Kawah meteor memiliki tanda-tanda bekas mengalami tekanan sangat tinggi. Batuan di cekungan kawah yang besar akan membentuk lapisan lelehan (yang terjadi karena batuan digencet dengan sangat cepat dan kuat). Pada kawah yang lebih kecil, lelehan yang terbentuk bercampur dengan bresia.
Bola Api
Kompresi kuat di permukaan bumi yang ditimpa pada saat tumbukan meningkatkan suhu dan tekanan secara drastis di sekitar lokasi jatuhnya meteor. Bila meteor jatuh dengan kecepatan lebih dari 12 km per detik, tekanan kejut cukup besar untuk mencairkan seluruh meteor dan permukaan yang ditimpa. Bila kecepatan lebih dari 15 km per detik, sebagian bahkan menguap. Uap yang terjadi pada tekanan dan suhu sangat tinggi akan mengembang dengan cepat dan inilah bola api yang muncul saat terjadi tumbukan meteor dengan tanah.
Ukuran bola api ini tergantung energi tumbukan tersebut. Semakin besar energi tumbukan, semakin besar bola apinya. Bahan-bahan dapat terbakar bila terpaparkan oleh bola api ini. Bila anda berada dalam bola api ini, yang pertama kali terbakar adalah kulit anda, bukannya pakaian anda. Malahan, pakaian merupakan bahan yang paling sulit terbakar. Urutan dari yang pertama terbakar adalah tubuh manusia,  pohon, kertas, rumput, papan dan terakhir pakaian.
Gempa
Selain di udara, dampak tumbukan terjadi juga di tanah. Gelombang kejut yang dihasilkan oleh tumbukan menjalar dalam bentuk gelombang ke segara arah dari lokasi tumbukan. Tentunya semakin jauh energinya semakin kecil.
Lontaran
Saat penggalian kawah, material yang pada awalnya berada di dekat lokasi tumbukan akan terlontar secara parabolik menjauhi lokasi tumbukan, atau semata terseret saat terbentuknya kawah dan  menjadi bagian bibir kawah.
Letupan
Bila gelombang kejut di tanah menghasilkan gempa, di laut menghasilkan tsunami, maka di udara menghasilkan letupan. Letupan suara dari tumbukan 1 kiloton mampu meruntuhkan jembatan layang bila jaraknya 133 meter dari lokasi kejadian. Gedung bertingkat dalam radius 400 meter akan rubuh sementara bagi mereka yang berada pada radius 1.1 km, dampaknya adalah pecahnya kaca jendela.
Jatuh di Air
Tumbukan meteor justru dua kali lebih sering terjadi di air daripada di darat. Hal ini terutama karena planet bumi sendiri 2/3 nya adalah lautan. Kawah juga dapat terbentuk di dasar lautan tepat dilokasi tumbukan. Kawah ini tentunya lebih kecil daripada kawah yang mungkin terbentuk oleh meteor yang sama di darat. Hal ini karena sebelum mencapai dasar laut, meteor akan diperlambat sekali lagi oleh lapisan air dan perlambatan ini tergantung pada seberapa dalam air tersebut.
Bola api dan letupan yang muncul tidak berbeda dengan yang terjadi di darat. Air tidak berpengaruh pada dua dampak ini. Walau begitu, gempa akan lebih kecil dan semakin kecil bila air tersebut dalam.
Ada dampak lain yang unik bila meteor jatuh di air, yaitu tsunami. Sayangnya, pengetahuan kita mengenai bagaimana mekanisme terjadinya tsunami yang terbentuk oleh tumbukan meteor masih belum cukup. Akibatnya tidak jelas bagaimana dampak tsunami tersebut bagi masyarakat di pinggir pantai. Di satu pihak, ada ilmuan yang berpendapat tsunami tersebut akan lebih tinggi dari kedalaman air yang dihantam meteor itu sendiri. Di pihak lain, ada juga ilmuan yang berpendapat kalau tumbukan demikian justru membuka celah di dasar laut sehingga gelombang tsunami teredam (efek Van Dorn) dan tidak menghasilkan bahaya bagi penduduk di pantai.
Simulasi
Mari kita jatuhkan meteor raksasa di kota Bandung. Kita sendiri tinggal di Jakarta. Pembaca yang tinggal di Bandung bisa membayangkan mengungsi ke Jakarta sebentar sambil melihat meteor jatuh di Bandung.  Jangan khawatir kita akan membuat tiga kota Bandung. Dan tiga-tiganya akan kita jatuhi meteor dengan kecepatan hantam yang sama, yaitu 20 km/detik dan sudut masuknya juga sama yaitu 45 derajat.
Skenario 1 : Meteor sedang
Disini kita menggunakan meteor yang pernah menciptakan kawah Barringer di Arizona. Meteor ini memiliki diameter 40 meter  dan merupakan asteroid besi berkepadatan 8 ton per meter kubik. Ia akan jatuh di target endapan berkepadatan 2.5 ton/meter kubik di Bandung, katakanlah Cibiru
Skenario 2 : Meteor Besar
Meteor yang kita gunakan berdiameter 1.75 km. Tersusun dari batu dengan kepadatan 2.7 ton/meter kubik. Target adalah kristalin berkepadatan 2.75 ton/meter kubik di Bandung, mungkin Kopo. Meteor ini adalah meteor yang menyebabkan terbentuknya kawah Reis di Jerman.
Skenario 3: Meteor Raksasa
Ini yang memusnahkan dinosaurus di masa lalu. Diameternya 18 km. Targetnya juga kristalin.
Ukuran Meteor (km) 0.04 (besi) 1.75 18
Persentase berkurangnya kecepatan saat memasuki atmosfer 50 Tidak berkurang Tidak berkurang
Energi tumbukan (Joule) 1.3 x 1016 1.5 x 1021 1.65 x 1024
Energi tumbukan (Megaton) 3.2 3.6 x 105 3.9 x 108
Selang kejadian (tahun untuk planet Bumi) 1000 2.1 juta 460 juta
Diameter kawah (km) 1.2 (sederhana) 23.7 (kompleks) 186 (kompleks)
Radius bola api (km) Tidak ada bola api karena kecepatan tumbuk yang rendah 23 236
Waktu radiasi setelah tumbukan (detik) Tidak ada bola api 1.2 Di dalam bola api
Paparan panas (MJ/m2) Tidak ada bola api 14.8 Di dalam bola api
Kerusakan akibat radiasi panas Tidak ada bola api Luka bakar tingkat tiga (parah); banyak kebakaran Di dalam bola api, semua terpanggang
Waktu kedatangan gempa (detik) 40 40 40
Kekuatan Gempa (skala Richter) 4.9 8.3 10.4
Kekuatan Gempa (skala Mercalli) I – III VII – VIII X – XI
Waktu kedatangan awan batu (detik) Debu diblokir oleh atmosfer 206 206
Ketebalan awan batu (meter) Tidak ada 0.09 137
Diameter batu (cm) Tidak ada 2.4 Di dalam bola api
Waktu kedatangan letupan (detik) 606 606 606
Tekanan letupan puncak (bar) 0.004 0.80 77
Kecepatan angin maksimum (m/s) 0.96 145 2220
Kerusakan akibat letupan Tidak ada Bangunan kayu dan yang tidak kokoh runtuh; jendela kaca pecah; 90% pohon tumbang Hampir semua bangunan dan jembatan roboh; kerusakan dan kekacauan kendaraan; 90% pohon tumbang


 

Artikel Meteor

Artikel Meteor

MeteorLangsung ke: navigasi, cariArtikel ini adalah tentang fenomena cahaya dan cuaca di langit. Untuk istilah lain melihat Meteor (disambiguasi).Sebuah meteor PerseidMeteor (bahasa standar tunggal meteor, istilah teknis, Meteor, dari Kuno metéōros μετέωρος Yunani "mengambang di udara," fenomena di langit, benda-benda langit) [1] adalah cahaya yang lebih luas dan fenomena cuaca di atmosfer dan di permukaan. Banyak dari fenomena ini telah dijelaskan di zaman kuno, misalnya, oleh Aristoteles dalam Meteorologi karyanya. [2] meteorologi Hari ini berhubungan dengan observasi dan deskripsi cuaca di atmosfer dan hanya sedikit terkait dengan fenomena bercahaya.Ilmu meteor dalam arti sempit adalah pelanggan Meteor. Meteor sekarang juga dengan bintang jatuh disebut disebut fenomena cahaya yang dihasilkan oleh meteoroid memasuki atmosfer bumi. Permukaan beberapa tubuh bumi jatuh disebut meteorit.Isi

    1 Jenis meteor
    2 meteoroid
    3 meteor dan bola api
        3.1 Ukuran dan tata letak
        3,2 Efek
        3.3 Kecerahan pembangunan
        3,4 meteor tingkat
        3,5 radio meteor
    4 hujan meteor Dikenal
    5 takhayul
    6 Lihat juga
    7 Referensi
    8 Web
    9 Catatan dan referensiJenis meteorSelain yang diuraikan di atas meteoroid yang menyebabkan fenomena bercahaya di atmosfer, misalnya, membedakan Layanan Cuaca Jerman di atmosfer kategori berikut meteor, yang opsional dapat terlihat:

    Listrik meteor yang berhubungan dengan partikel bermuatan
    Hydrometeors terkait dengan air di negara-negara padat dan cair materi
    Lithometeore terkait dengan partikel udara yang tidak ada di dalam air
    Meteor Photo disebabkan oleh refleksi, difraksi refraksi, dan interferensi cahayaKetika gempa bumi tidak meteor, meskipun sebagai sambaran petir dapat menyebabkan suara di atmosfer. Selanjutnya, fenomena astrofisika di luar atmosfer atau bahkan tata surya, seperti komet, bintang variabel, novae dan supernova ada meteor.Sebagian besar dari mereka berasal dari meteor pada fenomena alam, namun ada juga yang berasal dari antropogenik, seperti contrails pesawat, asap dari cerobong atau flare Iridium, yang disebabkan oleh refleksi dari radiasi matahari pada satelit.MeteoroidMeteoroid sebagian besar debu biji-bijian, logam kecil atau partikel batu dari ruang antarplanet, yang per hari sekitar 10 miliar berasal dari luar angkasa, dengan berat total 1.000 hingga 10.000 ton di atmosfer bumi. [3] Karena kecepatan yang luar biasa mereka sekitar 11 , 2 sampai 72 km / s - tergantung pada sudut ke jalur pergerakan bumi - menguap paling sekitar 80 kilometer ketinggian akibat gesekan udara, dengan memperhatikan untuk mengionisasi molekul udara, menyebabkan jejak bercahaya terang.Meteor dan bola apiMeteorMayoritas meteor adalah antarplanet asal dan jangkauan sangat sedikit Bumi dari ruang antarbintang. Sebagai bumi dan orbit planet lain matahari, sehingga matahari, orbit aliran meteor.Selain meteor terjadi tunggal (disebut meteor sporadis), ada hujan meteor. Ini terjadi ketika Bumi melintasi orbit komet. Adapun pengamat kesan adalah, sebagai jejak dari semua meteor träfen pada titik ketika mereka berlawanan dengan arah gerakan memperpanjang hujan meteor diberi nama setelah konstelasi di mana ini disebut Radiant.Hujan meteor yang dikenal adalah Quadrantid pada bulan Januari, Juli dan Agustus, Perseids, Leonids pada bulan November dan Geminid di bulan Desember. Terutama sternschnuppen biasanya kaya hari-hari antara 8 dan 14 Agustus, ketika keluar dari rasi Perseus, yang "Perseids" pada "hujan" ground.Bahkan buatan bumi satelit dan bagian roket (puing-puing ruang) sebab saat masuk kembali ke atmosfir bumi meteor-seperti fenomena cahaya. Namun, mereka jauh lebih lambat, karena Anda dapat membedakan mereka dari meteor.Ukuran dan tata letakMeteor populer kecil juga dikenal sebagai bintang jatuh (lihat shooting). Obyek memiliki asal mereka dengan diameter sebesar 1 mm. Besar benda (> 10 mm) mobil panas, bola api atau bola api.Meteor Telescopic adalah bintang jatuh yang tidak lagi freiäugig terlihat tetapi secara acak dalam pengamatan teleskop melalui melayang lapangan. Sebagai meteor radar yang disebut, ionisasi dengan radar juga mengamati di siang hari.Deskripsi Diametertubuh sumber keseluruhan massa massa dari semua benda,yang mencapai Bumi setiap hariBola api, bolides lebih besar dari 10 mm lebih besar dari 2 g 1 tShooting stars(-Seperti 4mag ke +6) t 1 mm sampai 10 mm sampai 2 mg 2 g dari 5Telescopic meteor t 0,1 mm sampai 1 mm, 0,002 mg sampai 2 mg 20Meteor mikro kecil dari 0,1 mm kurang dari 0,002 mg 1.000 t untuk 10.000 tKebanyakan meteor penampilan terakhir hanya sepersekian detik dan dihasilkan oleh partikel yang kurang dari satu milimeter dalam ukuran dan umumnya 30 sampai 70 kilometer per insiden kedua di atmosfer bumi. Anda membakarnya sepenuhnya. Meteoroid ukuran sebutir beras menghasilkan efek bercahaya mengesankan dengan durasi lebih dari satu detik.Jauh kurang umum, bagaimanapun, adalah objek yang lebih besar dari setidaknya berat badan beberapa kilogram, yang mungkin tidak sepenuhnya terbakar, sebagai meteorit memukul permukaan bumi, di mana mereka dapat meninggalkan jejak yang signifikan, tergantung pada ukuran (seperti Ries, Kawah Barringer dan Kawah di Yucatán tersebut). Hal ini terutama terjadi di meteorit besi. Stony umum hancur sebagian besar (counterexample Carancas), bahkan pada ukuran lebih besar, untuk segerombolan paruh dan dapat membuat hujan meteor di tanah (lihat 2008 TC3). Bahkan jika partikel padat tidak mencapai permukaan bumi, mereka masih dapat menghasilkan gelombang tekanan yang cukup besar.EfekPerlambatan dari sebuah meteor di atmosfer.Efek cahaya yang muncul terjadi sementara hanya sebagian kecil dari anil dari partikel itu sendiri, karena meteor bersinar dalam lebih dari 100 kilometer sampai. Oleh gesekan udara dan menguap bahan terletak di belakang tubuh, jalur plasma diterangi oleh rekombinasi radiasi elektron bersemangat dalam atom udara. Trek sehingga bisa bersinar bahkan setelah meteorit itu sudah terbakar. Mereka dapat didasarkan pada refleksi gelombang radio pada plasma konduktif menunjukkan selama beberapa menit (meteor). Luas partikel gembira adalah hanya beberapa milimeter lebar. Karena partikel, bagaimanapun, selama sekitar 0,7 detik dalam keadaan tereksitasi, dapat menghilangkan hingga 300 meter dari lokasi tabrakan, sehingga hasil pelacak lebih atau kurang lebar [4] disebabkan oleh efek pencahayaan meteor oleh Jaringan Fireball Eropa. sistematis diamati dan dicatat.Terlepas dari penampilan terlihat di meteor yang lebih besar kadang-kadang suara jelas - seperti guntur di kejauhan (karena kecepatan rendah suara tetapi hanya setelah beberapa menit) - tapi kadang-kadang setelah waktu yang singkat. Fenomena yang terakhir ini sering keliru untuk khayalan, karena biasanya pada setiap pelacak terdekat (seperti kembang api) mendengar semacam mendesis. Hari ini, diasumsikan bahwa suara dapat dihasilkan oleh gelombang radio frekuensi rendah disebabkan oleh turbulensi dalam plasma yang disebabkan oleh meteor dengan medan magnet bumi (lihat MHD).Meteor yang melambat hampir terlepas dari tingkat penerimaan mereka karena hambatan udara meningkat, seperti yang ditunjukkan dalam diagram di sebelah kanan adalah. Sebuah massa yang lebih tinggi pada kerapatan konstan menggeser semua grafik hanya ke kiri.Kecerahan evolusiJika meteor itu begitu cerah, itu tidak berarti bahwa penyusup adalah ukuran yang baik. Hanya ablasi bahan penetrasi per satuan waktu menentukan kecerahan meteor. Tiba-tiba dihapus banyak bahan per detik oleh Meteoroid bahwa Meteor memang lebih terang, tapi penyusup sekarang akan menurunkan berat badan lebih cepat. Justru untuk alasan ini sering terjadi bahwa meteoroid dari bahan yang lembut (benda cometary misalnya) naik dalam waktu yang sangat singkat dalam mobil balap spektakuler dan bahan keras lainnya (misalnya, benda-benda berbatu) yang dikonsumsi dalam bola api redup. Meteor mulai rendah dan peningkatan luminositas mereka. Akhir fenomena cahaya biasanya terjadi tiba-tiba dan merupakan penurunan yang cepat dalam kecerahan. Para magnitudo tampak mungkin bervariasi.Meteor TingkatMeteor acara sporadis dapat diamati rata-rata empat kali per jam. Meteor peristiwa di sendiri agak ringan di depan atmosfer bumi. Ini adalah hari waktu antara tengah malam dan siang hari, dengan meteor samar terlihat di malam hari, dan kemudian hanya untuk yang terbaik jauh dari sumber cahaya buatan. Bahkan cahaya bulan bisa sangat mengganggu. Tapi ada saat-saat ketika di tingkat meteor atas rata-rata. Sebuah hujan meteor adalah semacam "awan" atau "tube" partikel Meteoroid untuk setiap orbit kira-kira sejajar lainnya mengelilingi matahari. Selama perjalanan bumi melalui bidang seperti ini sering menyebabkan memancarkan meteor dari radian. Sebuah hujan meteor ini dinamai konstelasi di mana radiasi berada. Dengan demikian, arus yang dihasilkan ketika sebuah komet melalui perjalanannya mengelilingi matahari kehilangan partikel kecil banyak gas debu dan beku. Sebagai hujan meteor yang disebut aktivitas yang sangat kuat dari aliran meteor jika tingkat ribu per jam harus diestimasi.Radio meteorMeskipun pengamatan optik dari meteor tergantung pada kegelapan malam, dapat dideteksi dengan bantuan prosedur radio dan meteor hari. Ini mengambil keuntungan dari itu oleh meteorit yang dihasilkan tabung plasma mencerminkan gelombang radio. Dengan metode ini, bahkan meteorit terkecil dicatat hingga 1 mg. [5]Dikenal meteor streamNama periode saat ZHR maksimum [6]Quadrantid 28 Desember - 12 3 Januari Januari 120Lyrids 16 April - 25 22 April April 30Perseids 17 Juli - 24 Agustus 12 Agustus 100Taurid 15 September - 25 10 November November variabelLeonids 6 November - 30 17 November November 15Keempat Geminid Desember - 17 14 Desember Desember 120Untuk daftar yang lebih lengkap, lihat daftar aliran meteor.TakhyulDalam takhayul populer banyak negara seseorang yang sengaja melihat bintang jatuh di langit malam, membuat keinginan, yang seharusnya menjadi kenyataan. Setelah Anda telah melihat bintang jatuh, kita harus menutup mata mereka dan membuat permohonan. Sangat penting bahwa Anda telah melihat ini sebagai bintang jatuh saja, dan tidak ada yang memberitahu keinginan orang lain, jika tidak maka tidak akan terpenuhi.Lihat juga

Manfaat dan Kerugian Resonansi


Manfaat dan Kerugian Resonansi 

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi yang sama dengan sumber getarnya. 

Manfaat resonansi :
  •  Kita dapat mendengar bunyi karena adanya peristiwa resonansi pada telinga kita. Di dalam telinga terdapat selaput gendang telinga. Selaput ini sangat tipis dan mudah beresonansi dengan bunyi audiosonik.
  •  Alat musik akustik seperti seruling, biola, drum, dan gitar memanfaatkan resonansi agar diperoleh bunyi yang merdu. Alat musik tradisional, seperti gamelan juga memanfaatkan peristiwa resonansi.
  • Adanya ruang resonansi pada gitar, biola, saron, kolintang, dan kentongan dapat memperkeras bunyi alat-alat tersebut.
  • Katak dapat mengeluarkan bunyi yang sangat keras karena resonansi yang terjadi pada rongga mulut katak. Rongga mulut katak dapatmengembang sedemikian rupa sehingga menyerupai selaput tipis. Pada selaput tipis inilah terjadi peristiwa resonansi.
Kerugian resonansi :
  • Bunyi Kendaraan yang lewat di depan rumah dapat menggetarkan kaca jendela rumah. Apabila frekuensi bunyi kendaraan sama dengan kaca jendela rumah, maka memungkinkan kaca bergetar lebih hebat dan akhirnya pecah.
  • Bunyi gemuruh yang dihasilkan oleh guntur beresonansi dengan kaca jendela sehingga bergetar dan dapat mengakibatkan kaca jendela pecah.
  • Suara tinggi seorang penyanyi dapat memecahkan gelas yang berbentuk piala karena gelas beresonansi.
  • Dentuman bom atau mesin pesawat supersonik dapat memecahkan kaca-kaca jendela bangunan.
  • Bunyi yang terlalu  kuat/keras  dapat memecahkan gendang telinga kita.
  • Pengaruh kecepatan angin pada sebuah jembatan di Selat Tacoma, USA, menghasilkan resonansi yang menyebabkan jembatan roboh.